Blora – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Blora terus menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya literasi melalui kegiatan peminjaman buku bacaan dari Perpustakaan Kabupaten Blora bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Program ini menjadi bagian dari pembinaan kepribadian yang berfokus pada peningkatan wawasan dan kualitas sumber daya manusia. Selasa, (20/01).
Kepala Rutan Kelas IIB Blora, Sugito, menegaskan bahwa kegiatan literasi memiliki peran penting dalam proses pembinaan di dalam rutan. Menurutnya, membaca bukan sekadar aktivitas pengisi waktu, tetapi sarana membentuk pola pikir dan karakter WBP. “Budaya membaca harus terus kita dorong, karena dari membaca akan lahir pemahaman, kesadaran, dan semangat untuk berubah ke arah yang lebih baik, ” ujar Sugito.
Kegiatan peminjaman buku ini merupakan hasil sinergi antara Rutan Blora dengan Perpustakaan Kabupaten Blora dalam menghadirkan akses bacaan yang layak dan berkualitas bagi WBP. Kolaborasi tersebut menjadi langkah nyata dalam menghadirkan pembinaan yang edukatif dan berkelanjutan.

Sugito menjelaskan bahwa penyediaan bahan bacaan yang beragam diharapkan mampu menarik minat WBP untuk aktif membaca. “Kami ingin WBP tidak hanya menjalani pembinaan secara fisik, tetapi juga mendapatkan asupan pengetahuan yang dapat membuka wawasan mereka, ” ungkapnya.
Sebanyak 150 buku bacaan dipinjamkan dari Perpustakaan Kabupaten Blora yang terdiri dari berbagai kategori, mulai dari buku sejarah, non fiksi, buku hobi, hingga ensiklopedi. Koleksi tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dan minat baca WBP agar kegiatan literasi dapat berjalan secara optimal.
Lebih lanjut, Sugito menekankan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan rutan yang produktif dan kondusif. “Kami ingin membangun suasana pembinaan yang positif, di mana WBP terbiasa melakukan kegiatan bermanfaat seperti membaca dan belajar, ” tegasnya.
Melalui program gemar membaca ini, Rutan Kelas IIB Blora berharap literasi dapat menjadi fondasi pembinaan jangka panjang. Sugito menutup dengan menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan program pembinaan berbasis edukasi demi mencetak WBP yang lebih siap kembali ke tengah masyarakat.

Updates.